Perdana Menteri Indonesia Yang Berprestasi

Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla telah berakhir bulan Oktober 2019 lalu, kepemimpinan Jokowi selama satu periode banyak memberi perbaikan terhadap Indonesia. Kabinet Kerja Nyata yang dibuat Jokowi memberikan pengaruh yang baik bagi Indonesia. Dari survey yang dilakukan Populli Center, ada 10 perdana menteri Indonesia yang menorekan prestasi pada periode tersebut.

1. Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan)

Ibu Susi Pudjiastuti merupakan perdana menteri Indonesia yang berprestasi dalam cabinet kerja Jokowi, Susi Pudjiastuti menepati urutan pertama dengan perolehan 37,9% dari hasil survey. Wanita yang sering disebut wonder woman ini sangat berjasa dalam memberantas preman laut. Susi pantas meraih posisi pertama dengan segala prestasi yang di torehkannya.

2. Khofifah Indah Parwansa (Menteri Sosial)

Sebelum menjadi perdana menteri Indonesia, Khofifah Indah Parwansa pernah gagal memperoleh jabatan di Jawa Timur, meskipun begitu, kiprahnya di dunia perpolitikan makin melambung jauh. Ikut bergabung dalam kabinet pemerintahan Jokowi membuatnya mampu mengekspos kemampuannya lebih dalam dalam menangani kasus sosial.

3. Sri Mulyani (Menteri Keuangan)

Posisi ketiga ditempati oleh menteri keuangan Sri Mulyani, beberapa kasus yang membawa nama Sri Mulyani di dalamnya beberapa waktu lalu tidak membuatnya terisolir. Karena kecerdasannya membuat Presiden Jokowi merekrutnya menjadi bagian dalam kabinet kerja nyata. Kasus besar yang sempat menghebohkan yaitu Freeport berhasil ditangani oleh wanita yang satu ini.

4. Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama)

Setelah sebelumnya posisi 3 besar ditempati oleh wanita-wanita berprestasi, Lukman Hakim menjadi laki-laki pertama dalam daftar ini. Perolehan hasil yang didapat yaitu 2,8%. Pencapaian ini didapat dari keberhasilan kinerja yang dilakukannya dalam kabinet kerja nyata. Ia berhasil menangani kasus haji dan penentuan hari-hari besar Islam yang sempat menuai perdebatan.

5. Imam Nahrawi (Menteri Pemuda dan Olahraga)

Dengan perolehan sebesar 2,1% dari hasil survei, Imam Nahrawi masuk dalam deretan perdana menteri Indonesia yang berprestasi, bukan tanpa alasan Imam Nahrawi masuk dalam daftar ini. Hal ini dikarenakan sikap heroiknya terdadap masalah yang dialami atlet Indonesia saat SEA Games di Malaysia. Banyaknya kasus kecurangan yang membuat Imam Nahrawi menentang hal tersebut.

6. Wiranto (Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan)

Konflik yang dialami oleh Wiranto yang tidak diizinkan memasuki wilayah Amerika Serikat beserta Jendral Gatot dan anggota militer tidak membuatnya terisolir. Nyatanya dengan kinerjanya membuatnya masuk dalam deretan perdana menteri Indonesia yang berprestasi. Wiranto pernah menkonfirmasi masalah pembelian 5 ribu senjata oleh oknum non militer di Indonesia.

7. Basuki Hadimuljono (Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat)

Kementrian ini merupakan kementerian yang cukup asing ditelinga masyarakat awam, kurangnya pemahaman membuat orang tidak begitu tahu dengan tugas yang dilaksanakan kementerian ini. Meskipun begitu, angka 0,8% dari hasil survey membuktikan bahwa Basuki Hadimoljono pantas berada dalam jajaran menteri berprestasi.

8. Ignasius Jonan (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral)

Saat menjadi Menteri Perhubungan, Ignasius berhasul mengatasi masalah transportasi umum, Ignasius juga membuktikan dirinya mampu dan berhasil membawa ESDM menjujung karir gemilang. Dengan 0,8 hasil survey, Ignasius berhasil masuk dalam deretan menteri berprestasi. Ignasius sangat terbuka dengan karya anak bangsa.

9. Retno Marsudi (Menteri Luar Negeri)

Satu lagi wanita yang masuk dalam daftar menteri berprestasi yaitu Retno Marsudi, keberaniannya yang mampu menembus pertahanan Vietnam. Disana membahas isu kemanusiaan dengan Auung San Suu Kyi diapresiasi oleh pihak Indonesia, isu kemanusiaan ini melibatkan etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar.

Nah demikianlah ulasan mengenai perdana menteri Indonesia yang berprestasi dalam Kabinet Kerja Nyata yang diusung Jokowi. Semoga ulasan ini dapat menjadi sumber informasi dan menambah wawasan pembaca seputar dunia perpolitikan.